21.3.18

raksasa jahat

ada raksasa jahat
dalam diriku
hodoh, hitam, menyesakkan

ada raksasa jahat
sembunyi
membingit
bila munculnya kelam

ada raksasa jahat
cubaku lenyapkan
padam namun tak termatikan
walau kutikam sejuta kali
dia bangkit dan bernafas lagi

ada raksasa jahat
dalam sedarku
membisikkan
masa-masa lalu

ada raksasa jahat
duduk di sisiku
memaut bahuku
mengatakan, dialah
kawanku nombor satu






13.3.18

1,2.....3

im gonna finish this motherfucker
in two weeks
then i’ll get drunk
for two days
then you’ll come
to me with your love
while i’m holding
a gun to my head.


7.2.18

Penat

tuhan,
padamkan aku
sebelum empat puluh.

6.12.17

tentang kipas, katil dan asbak penuh abu

aku rasa,
aku perlu bercerita
pada seseorang tak dikenali
biar ideal
biar neutral
bebas dari gelembung sosial
tanpa hakiman
tanpa prejudis
hanya kejujuran
bagi sebuah pelepasan.

boleh jadi,
orang yang kucari itu
adalah dirimu.

aku akan bercerita
tentang apa saja
mungkin tentang kipas yang berputar
dan berbunyi pelik
di penjuru kamar tidurku
atau tentang katil berusia 10 tahun
lebih muda dari aku
atau mungkin juga tentang
asbak dipenuhi abu dan
puntung terpacak persis
tunggul-tunggul kayu
apakah hal-hal sebegitu
dapat menarik perhatianmu?

atau dirimu lebih senang mendengar
bagaimana hidup sehariku
sering bermula dengan
kelesuan
kerisauan
kebencian
kejelekan
putus harapan
dan berlanjutan pada tiap detik
aku melangkah penuh gelisah
curiga
marah
kecewa
bersembunyi di wajah pura-pura
dan bisikan .... hei, aku okey :)
dan kesudahannya
di penghujung malam sebegini
segalanya kembali statik, gelap
sedih membungkam
sunyi menekan
fikiran meretak
batin berontak
digelut kesedihan yang tak terfahamkan.

jadi, cerita awal kedengaran
lebih menarik, bukan?
tentang kipas berbunyi pelik
katil 10 tahun lebih muda dari aku
asbak penuh abu
puntung terpacak persis
tunggul-tunggul kayu.







3.12.17

beban


jika hidup ini satu pendakian
ke puncak kemenangan
dan kita bersama-sama mendakinya
ia pasti menyakitkan
kerna aku adalah beban
yang harus kamu pikul bersama
beban yang sering curiga
pada kemenangan yang kabur maknanya
dan menjadi beban
adalah hal paling menyedihkan
bisa terjadi pada kehidupan

aku lebih rela berhenti
terjun ke gaung dan mati
bagi melepaskan kamu pergi
walau sakitnya lebih dua kali








22.10.17

api

api mana (yang)
tak terpadam
benci siapa (yang)
kau simpan
hidup -
bukan selamanya
maaf -
bukan kata biasa

-/ belum selesai /-

22.8.17

6 down, 4 to go

Pagi tadi aku dah lepaskan manuskrip untuk dinilai dan dipertimbangkan. Walau belum tahu keputusan -lambat lagi- tapi aku rasa lega betul. Macam berjaya keluar dari dinding batu yang menghimpit jiwa. Kisah kali ini merupakan rentetan projek fiksyen aku since 2012. Boleh tahan lama juga lima tahun tu. Tapi ini projek peribadi saja yang mungkin hanya difahami dan menggembirakan diri sendiri. Kalau manuskrip tu diterima, dan pembaca suka, syukur.

Masa mengerjakan manuskrip tahun ni, aku berada dalam fasa yang teruk gila babs. Otak dan mood kacau. Tapi ia tiada kena mengena lah dengan manuskrip tu. Aku kadang-kadang memang terperangkap ke dalam fasa kacau sebegitu, cuma yang kali ini ia berlaku agak lama dan deep.

Tapi apa pun, hari ini aku berasa good-good dan otak boleh relax. Salams!







20.8.17

i wish

i wish i had
someplace to hide
from this miserable life
an island...
my little secret island
where i can laugh and
cry and forgotten
by time
by space
by my own self

i wish i had
someplace  to hide
from this darkest life
an island...
my little sunny island
where i can run and
smile and forgotten
by cloudy skies
by my own lies


.


13.8.17

hujan perseid

ingatkah kau,
malam 13 oktober itu
dada langit dihujani
meteor-meteor perseid

dan kita
waktu itu terpisah
beribu batu dihujani
meteor-meteor rindu

ingatkah kau,
pada tiap momen
yang kita lepaskan
sekadar jadi bualan dan
ingatan

setiapnya wujud keanehan
kerana kita tetap saja tertawa
seolah-olah meteor perseid
melintas di atas kita

"oh, tidak mengapa,
akan ada lagi hujan
serupa di malam yang
lain 133 tahun nanti."

dan kita tertawa lagi
mungkinkah waktu itu
kita masih ada.

atau telah menjadi
cahaya-cahaya api
menyayat kelam langit
mengikat janji-janji
dan harapan
manusia-manusia sepi

4.8.17

statik

tangan kugapai
dalam gelap
tiada siapa
menyambut

hanya suara
bisikan amarah
bergema dalam
kepala

tangan kulambai
dalam gelap
tiada siapa
menyahut

masa berputar
di luar
aku di dalam
statik.